Rabu, 21 Maret 2018

MARKETING MIX

Marketing adalah satu bagian yang memiliki peran sangat penting sekali dalam suatu perusahaan, karena marketing memiliki fungsi untuk mencari, mendapatkan, mempertahankan dan memperbanyak konsumen serta menguasai pasar. Sedangkan Mix adalah campuran berbagai variable atau bentuk atau sistem yang berubah-ubah.

Dengan kata lain Marketing Mix dapat diartikan sebagai sekumpulan variabel – variabel marketing, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar target penjualan yang diinginkan.

Marketing Mix menjadi sebuah fungsi yang luar biasa bagi sebuah bisnis atau perusahaan apabila dapat berjalan dengan baik dan kontiniti.


TEKNIK MARKETING MIX (4P - 7P)
Istilah dalam Marketing Mix seringkali disebut dengan 4P-7P, yang terdiri dari : Product, Place, Price, Promotion, Process, Participant dan Physical Evidence.

1. PRODUCT (PRODUK)
Produk menjadi hal utama dalam memenangkan persaingan bisnis, baik beruba benda, jasa atau apapun yang dihasilkan dari proses produksi sebuah perusahaan. Untuk itu, dibutuhkan keunikan dan keunggulan produk yang akan kita jadikan jagoan dalam persaingan bisnis. Dalam menentukan produk unggulan, berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan :
     1. Memperhatikan Kompetitor,
     2. Menerima Saran dan Kritik,
     3. Membebaskan Ide Sebebas-bebasnya,
     4. Implementasi Ide,
     5. Berani Mengambil Resiko,
     6. Sabar dan Konsisten,
     7. Evaluasi,
     8. Berpikir Outside The Box

Dengan cara-cara tersebut kita akan mampu merumuskan sebuah produk yang akan mampu menjadi raja dalam persingan bisnis.
2. PLACE (TEMPAT/DISTRIBUSI)
Tempat atau cara pendistribusian produk sebuah bisnis, ikut menentukan berhasil atau tidaknya dalam persaingan. Untuk itu, perlu dilakukan beberapa hal :
     - Menentukan segmentasi pasar, siapa calon pembeli dan bagaimana cara untuk memudahkan pembeli.
     - Keunggulan kemudahan calon pembeli menemukan produk yang akan dijual.

3. PRICE (HARGA)
Harga terbagi dalam dua bagian, yaitu :
     a. Harga Modal, 
         Yaitu total jumlah kebutuhan dalam proses produksi, mulai dari bahan mentah  sampai menjadi barang siap jual.
     b. Harga Jual
         Yaitu harga yang akan dibayar oleh pembeli, harga jual didapat dari Harga Modal + Laba.

Dalam persaingan bisnis, sebuah perusahaan harus mampu menetapkan harga dengan baik. Dalam istilah bisnis penetapan harga seringkali disebut COGS (Cost Of Good Selling).

4. PROMOTION (PROMOSI)
Promosi adalah upaya sebuah perusahaan untuk mengajak calon pembeli untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan.
Unsur-unsur Promosi adalah sebagai berikut :
     - Sales Person
     - Public Relation (Marketing Team : Marcomm Manager, Bussiness and Development, dll)
     - Program Marketing (Iklan)

5. PROCESS (PROSES)
Proses adalah suatu kejadian yang berlaku sejak awal proses hingga akhir penjualan. Proses harus berjalan secara kontiniti dan konsisten. Karenanya sebuah perusahaan harus menetapkan Standar Kualitas sebuah perjalanan proses untuk menjaga terjadinya proses berjalan dengan baik. Standar ini biasa disebut dengan SOP (Standard Operational Procedure).

6. PARTICIPANT (PARTISIPASI/SDM)
Faktor ini disebut dengan Sumber Daya Manusia yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dalam sebuah perusahaan. Faktor ini sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan sebuah perusahaan dalam persaingan.

Dalam Marketing Mix, selain Marketing Tim, terdapat pula sebuah sistem atau manusia sebagai pelaksana distribusi. Maka yang harus dilakukan sebuah perusahaan adalah : 
     - Perusahaan menyediakan sarana dan pimpinan-pimpinan tim yang mampu meningkatkan atau mengembangkan kemampuan kerja karyawannya, tidak hanya memacu karyawan untuk memenuhi target.
     - Perusahaan berlaku adil terhadap setiap karyawan tanpa kecuali.
     - Perusahaan melakukan kewajibannya dan menghargai hak karyawannya.
     - Perusahaan memberikan apresiasi bagi karyawan yang telah bekerja dengan baik

7. PHYSICAL EVIDENCE (PACKAGING/KEMASAN)
Kemasan menjadi faktor penentu ketertrikan calon pembeli ketika pertama kali melihat produk yang ditawarkan. Maka dari itu, kemasan harus menarik dan mampu mengkomunikasikan manfaat dan keuntungan konsumen ketika membeli produk yang ditawarkan.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka Marketing Mix sudah menjadi barang tentu yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan.

SEMOGA BERMANFAAT.

Diskusi bersama :
HOLIT MP dan ANTO RISTARGI



Daftar Pustaka :

Mata Kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi Pemasaran, FIKOM semester II, Universitas Mpu Tantular. Dengan Dosen Pembimbing Ibu Serefina Tiur Maida, S.Sos, M.Pd

https://www.dewaweb.com/blog/marketing-mix/

https://www.google.co.id/search?dcr=0&ei=q3-yWtm7KMqq8QXn07OIBw&q=marketing+adalah&oq=MARKETIING+adalah&gs_l=psy-ab.1.0.0i13k1l7j0i13i30k1l3.4645.10870.0.13015.18.15.0.0.0.0.523.2589.2-5j2j0j1.8.0....0...1c.1.64.psy-ab..12.6.1953...0j0i7i30k1.0.PjF3G21kcA0

https://www.dewaweb.com/blog/menemukan-keunikan-untuk-memenangkan-persaingan-usaha/

Selasa, 20 Maret 2018

MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI EFEKTIF

Ada delapan langkah dalam mengembangkan komunikasi yang efektif, yaitu :


1. Mengidentifikasikan pemirsa atau konsumen sasaran : menganalisa pembeli potensial produk perusahaan dan menetapkan target konsumen. 
2. Menentukan tujuan komunikasi : kebutuhan kategori, kesadaran merek, sikap merek, maksud pembelian merek. 
3. Merancang komunikasi : strategi pesan, strategi kreatif, sumber pesan, adaptasi global. 
4. Memilih saluran komunikasi. 
    - Saluran komunikasi pribadi : dua orang atau lebih berkomunikasi tatap muka, antara seseorang dengan pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail.
    - Saluran komunikasi nonpribadi : komunikasi yang diarahkan ke lebih dari satu orang dan meliputi media, promosi penjualan, acara dan pengalaman, serta hubungan masyarakat.
5. Menetapkan total anggaran komunikasi pemasaran : metode terjangkau, metode persentase penjualan, metode paritas kompetitif, metode tujuan dan tugas. 
6. Memutuskan bauran komunikasi pemasaran (marketing mix). 
7. Mengukur hasil komunikasi : mengukur dampak pesan yang dikomunikasikan terhadap konsumen sasaran dan umpan balik yang diterima. 
8. Mengelola proses komunikasi pemasaran terintegrasi : mengkoordinasikan media, mengimplementasikan IMC (Integrated Marketing Communication) atau komunikasi pemasaran terpadu.


sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran

KOMUNIKASI PEMASARAN

Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan "suara" perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana di mana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.
Komunikasi pemasaran bagi konsumen, dapat memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta mendorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.

Dua unsur pokok dalam komunikasi pemasaran, yaitu: 
1. Komunikasi : Proses di mana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu. Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan yang merupakan gagasan atau informasi pengirim melalui suatu media kepada penerima agar mampu memahami maksud pengirim
2. Pemasaran : Sekumpulan kegiatan di mana perusahaan atau organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai (pertukaran) tentang informasi produk, jasa dan ide antara mereka dengan pelanggannya.

Bauran komunikasi pemasaran terdiri dari delapan model komunikasi utama, yaitu:
1. Iklan : Adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang dibiayai dan bersifat persuasif dan promosi tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor yang teridentifikasi melalui berbagai macam media. 
2. Promosi penjualan : Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa. 
3. Acara dan pengalaman : Kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.
4. Hubungan masyarakat dan publisitas : Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individunya.
5. Pemasaran langsung : Penggunaan surat, telepon, faksimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan. 
6. Pemasaran interaktif : Kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, dan menciptakan penjualan produk dan jasa.
7. Pemasaran dari mulut ke mulut : Komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antarmasyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.
8. Penjualan personal : Interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan pengadaan pesanan.

sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran

DILEMA CINTA PUTRI MANDALIKA

Kisah Putri Mandalika.


DILEMA CINTA

Dewi Seranting, seorang permaisuri Kerajaan Tunjung Bitu sangat beruntung memiliki putri yang cantik jelita hasil dari pernikahannya dengan Raja Tonjang Beru. Dewi Seranting menjadi permaisuri sebuah kerajaan di sekitar Pantai Seger yang memiliki keindahan alam yang luar biasa dan keaneka ragaman hasil karya dari buah-buah tangan yang kreatif, yaitu hasil tenun dan  pernak-pernik yang berasal dari tanah liat.

Putri Mandalika, nama yang diberikan kepada putrinya. Tumbuh menjadi putri yang sangat cantik dan cinta damai. Ramah, tidak sedikitpun terlihat kesombongan dari wajah dan kepribadiannya. Seorang Putri Raja yang sangat terkenal dengan keanggunannya ini, memiliki perilaku yang sangat cinta kepada rakyatnya. Semua orang yang menatapnya selalu terpana akan keelokkan wajahnya. Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting selalu memberikan pelajaran akhlak yang bagus kepada putrinya, mereka tidak ingin kecantikan dan derajat mereka menjadikan kesombongan duniawi.

Hari demi hari, Putri Mandalika bertumbuh menjadi Gadis yang aktif dan pandai berkarya. Ia rajin menularkan kemahirannya dalam membuat kain tenun dan membuat pernak-pernik tanah liat kepada rakyatnya. Berkat keuletan dan kesabarannya, tidak sedikit rakyatnya mendapatkan keahlian kerajinan tangan dari Putri Mandalika. Sampai-sampai hasil karya dari Kerajaan Tunjung Bitu dikenal sampai kerajaan-kerajaan besar tetangga. Kerajaan Johor lebih dahulu terpikat dengan hasil karya dari kerajaan Tunjung Bitu. Informasi mengenai hasil karya Kerajaan Tunjung Bitu semakin mencuat hingga ke Kerajaan Lipur, Pane, Kuripan, Daha, Beru dan kerajaan-kerajaan lainnya.

Hasil karya kerajaan Tunjung Bitu semakin terkenal, ketika semua orang tahu bahwa kain tenun kerajaan Tunjung Bitu dan Pernak-pernik tanah liat dibuat oleh seorang putri raja yang cantik rupawan. Lama-kelamaan kekaguman Tunjung Bitu tertuju kepada kecantikan Putri Mandalika. Semua pengeran kerajaan saling membicarakan kekaguman mereka atas kecantikan dan kebaikan Putri Mandalika. Pembicaraan kecantikan Putri Mandalika membuat Dewi Seranting gelisah.

Kedekatatan hubungan perdagangan Kerajaan Johor membuat Pangerannya berkeyakinan akan dapat meluluhkan hati Putri Mandalika. Namun ternyata, lamaran kepada Putri Mandalika bukan hanya datang dari Kerajaan Johor. Tapi juga kerajaan Lipur, Pane, Kuripan, Daha dan Beru yang juga ingin mendapatkan Putri Mandalika untuk dijadikan permaisuri kerjaannya. Kebesaran cinta Putri Mandalika tidak bisa menyakiti hati orang-orang yang mencintainya, tidak satupun ia terima dan tidak satupun ditolaknya lamaran kepada dirinya.

Perlakuan Putri Mandalika justru membuat para pangeran kerajaan merasa dipermaikan. Akhirnya Putri Mandalika menjelaskan persoalannya satu-persatu kepada para pangeran yang melamarnya. Keresahan yang kuat dirasakan oleh Dewi Seranting, ia mendapat kabar bahwa Pangeran Datu Teruna dari kerajaan Johor tidak menerima perlakuan anaknya. Ia mengancam akan membuat Kerajaan Tunjung Bitu menjadi porak poranda apabila lamarannya ditolak. Hal itu diceritakannya kepada Sang Raja, Raja Tonjang Beru.

Raja mendapat tawaran bantuan dari Kerajaan Lipur atas ancaman dari Kerjaan Johor, namun dengan perjanjian imbalan bahwa Putri Mandalika harus menerima lamaran Pangeran Maliawang dari Kerajaan Lipur. Kabar tersebut terdengar oleh Pangeran Datu Taruna yang membuatnya marah kepada Pangeran Maliawang. Pangeran Datu Taruna merasa ditantang oleh Kerajaan Lipur. Kejadiannya semakin rumit dirasakan oleh Dewi Seranting. Sementara empat kerajaan lainnya sudah menerima kebijakan Putri Mandalika yang tidak menginginkan persaingan diantara semua kerajaan hanya karena ingin mendapatkan dirinya.

Raja Tonjang Beru semakin bingung menghadapi dua Kerajaan Besar sekaligus. Ia mengutus utusannya untuk memaklumi keputusan putrinya. Pangeran Datu Taruna mengutus Arya Bumbang untuk menjawab pesan dari Raja Tonjang Beru. Arya Bawal dan Arya Tebuik untuk menyampaikan pesan bahwa Pangeran Datu Taruna tidak bisa menerima keputusan Putri Mandalika yang dianggap telah meremehkan kerajaan Johor. Sedangkan Pangeran Maliawang mengutus Arya Bumbang dan Arya Tuna dengan pesan bahwa Kerajaan Tonjang Beru dianggap menghina Kerajaan Lipur atas penolakan bantuannya terlebih penolakan lamarannya. Ketegangan semakin menjadi ketika Pangeran Datu Teruna memasang Senggeger utusaning Alloh. Tak ingin kalah, Pangeran Maliawang pun melepaskan Senggeger Jaring Sutra. Kedua ilmu pelet tersebut membuat Putri Mandalika mabuk kepayang kepada kedua Pangeran Tersebut. Kepanikan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting semakin menjadi, hingga mengumumkan kejadian tersebut kepada rakyatnya. Rakyat yang sangat mencintai Putri Mandalika segera mempersiapkan diri untuk berjaga-jaga dikhawatirkan mendapat serangan dari kerajaan Johor ataupun kerajaan Lipur.

Akhirnya, Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting berbicara kepada anaknya, Putri Mandalika. Namun keputusan Putri Mandalika tidak berubah dengan keputusan awal. Putri Mandalika meminta waktu kepada Raja dan Permaisuri untuk bersemedi meminta petunjuk kepada Sang Pencipta untuk menetapkan keputusan. Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting memberikan restu kepada anaknya untuk mencari jawabannya sendiri. Kepercayaan mereka berikan kepada Putri Mandalika untuk bersemedi. Persemidiannya membuatnya hilang dari pengaruh Senggeger Utusaning Alloh dan Senggeger Jaring Sutra. Dalam waktu dua sampai tiga hari, Putri Mandalika mendapat petunjuk untuk mengumpulkan semua orang pada tanggal 20 bulan 10 tahun penanggalan sasak.

Putri Mandalika memberitahukan hasil persemediannya kepada Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting bahwa ia akan mengumumkan keputusannya pada tanggal 20 bulan 10 tahun penanggalan sasak. Ia meminta untuk dikumpulkan semua orang yang melamarnya dan seluruh rakyat Kerajaan Tunjung Bitu di Pantai Sengger sebelum waktu fajar. Raja Tonjang Bitu dan Dewi Seranting menuruti kehendak putrinya atas hasil persemediannya kepada Sang Pencipta. Seluruh pasukan perangnya dikerahkan untuk mengawal Putri Mandalika.

Pada tanggal yang sudah ditentukan, Pantai Sengger ramai dengan ribuan orang yang memadati area tersebut. Pangeran dari berbagi kerajaan dan rakyat Kerajaan Tunjung Bitu menantikan kedatangan Putri Mandalika. Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba tepat sesuai dengan waktu pada janjinya. Terlihat kegelisahan-kegelisahan diantara raut-raut wajah yang menantikan keputusan Putri Mandalika. Emosi berubah menjadi kesejukan setelah melihat wajah Putri Mandalikan yang meredam emosi.

Pasukan kerajaan mengawal ketat kedatangan Putri Mandalika. Tampak kemalu-maluan di wajah Pangeran Datu Teruan dan Pangeran Maliawang yang melihat secara langsung kekuatan Kerajaan Tunjung Bitu yang juga didukung oleh seluruh rakyat yang mencintai Putri Mandalika.

Putri Mandalika naik ke tempat tinggi di sisi Pantai Sengger, suasana menjadi hening ingin mendengar ucapan sang putri. Akhirnya Putri Mandalika mulai berbicara.

“Ibunda terpuja… Ayahanda yang mulia… Serta semua rakyatku yang ku cinta… Begitu pula para Pangeran yang mencintaiku…”

Diantara angin yang kencang dan hujan yang mulai turun, Putri Mandalika terus melanjutkan pembicaraannya.

“Aku ditakdirkan bukan untuk dimiliki oleh salah satu dari kalian… Aku ditakdirkan untuk kalian miliki bersama… Aku mencintai kalian semua… Aku tidak ingin kecantikanku menjadi malapetaka di bumi yang kucinta… Cinta itu harus membawa bahagia, bukan bencana… Karenanya aku lebih menerima takdirku sebagai Nyale agar kalian semua bisa memilikiku bersama-sama…”

Suasana mulai terdengar gaduh, sayup-sayup suara Putri Mandalika mulai terdengar samar dari kejauhan. Kegaduhan satu dengan lainnya membuat semua orang tidak lagi memperhatikan Putri Mandalika, hingga beberapa saat mereka tersadar bahwa Putri Mandalika tidak ada ditempat semula ia berbicara. Mereka mulai mencari Putri Mandalika, mereka menduga Putri Mandalika melompat ke dalam laut. Akhirnya semua orang mencari Putri Mandalika hingga dasar laut. Namun yang mereka temukan hanyalah Nyale yang berserakan dan timbul dari bebatuan laut Pantai Sengger.

Hingga saat ini, upacara Nyale masih dilaksanakan oleh penduduk Pantai Sengger. Para penduduk berlomba-lomba mendapatkan Nyale (cacing berwarna-warni) karena dianggap akan mendapatkan cinta dari Putri Mandalika.


Pengembangan Versi Cerita Oleh : HOLIT MP

MERAJUT SULAMAN IMPIAN INDAH

Seorang ibu duduk di kursi sedang membuat rajutan sulaman, anaknya sedang duduk dilantai sambil memandangi ibunya yang sedang sibuk merajut sulaman tadi, dari posisi bawah. Dan percakapanpun terjadi.

Anak  : “Ibu, sedang membuat apa?”
Ibu     : “Anakku… Ibu sedang membuat sebuah sulaman…”
Anak  : “Ko’ benangnya acak-acakan gitu bu…”
Ibu     :  “Sulaman ini akan terlihat indah jika semua prosesnya sudah selasai di lakukan, saat kamu melihat ibu membuat sulaman memang benangnya terlihat semrawut dan sulit, karena kamu melihatnya dari bawah. Tapi bagi ibu yang melihat dari permukaan sulaman, sulaman ini sangat mudah, karena ibu melakukannya dengan baik dan ibu yakin saat selesai nanti benang-benang ini akan terlihat sangat indah. Begitulah hidup ini kita lalui”

Gambar terkait 

Dari percakapan diatas dapat diambil pelajaran bahwa proses dalam mencapai sesuatu memang terlihat sangat semrawut jika hanya dilihat saja. Namun kesemuanya itu akan terasa mudah jika dijalani. Maka yakinlah keindahanpun akan kita peroleh saat kita selesai menjalani itu semua dengan baik.

Begitu juga dengan apa-apa yang sedang kita jalani, jika setiap permasalahan yang ada kita hanya mampu melihat dan membayangkan saja, maka setiap permasalahan itu akan terasa sulit kita lalui, namun jika permasalahan yang ada dapat kita selesaikan dengan baik maka yakinkan pada diri kita bahwa suatu hari nanti kita akan memberikan keindahan pada kita semua.